Senin, 18 Mei 2015

Batu Akik Menurut Alkitab

Orang Israel sangat menghargai batu-batu berharga sama seperti kita sekarang ini. Alkitab sering menghubungkan batu-batu berharga dengan arsitektur bait suci (II Taw. 3:6; 9:10), dan Rasul Yohanes melihat Yerusalem surgawi "dihiasi" dengan bermacam-macam batu permata (Why. 21:19).
Tukang emas pada zaman Alkitab menggunakan istilah-istilah yang tidak jelas untuk menggambarkan batu-batu berharga itu, dan hal ini menyebabkan sedikit kebingungan. Mereka dapat menamakan setiap permata keras sebagai sebutir "adamant" atau batu amril, dan setiap permata yang bening sebagai "crystal" atau kristal. Mereka mungkin saja mengganti nama permata-permata dengan warna yang sama. Atau mereka mungkin memakai nama-nama yang sudah tidak dipahami lagi. Jadi, ketika kita meneliti permata-permata dari Alkitab, kita harus mengakui bahwa masih ada tabir rahasia yang menyelubunginya.
Misalnya, Kel. 28:15-22 menggambarkan tutup dada yang dipakai oleh imam besar, dengan empat jajar batu berharga. Pada tiap permata terukir nama salah satu suku bangsa Israel, yang "diukirkan seperti meterai" (ay. 21). Oleh sebab orang Israel tidak tahu bagaimana mengukir permata-permata yang paling keras, maka belum tentu tutup dada itu benar-benar bertatahkan batu intan, nilam, zamrud, dan topas. Kami merasa bahwa mungkin sekali istilah-istilah ini mengacu kepada batu-batu yang lebih lunak, seperti batu mirah, batu akik, krisolit, dan lazuardi.
Alkitab menyebutkan lebih dari 20 permata dan batu berharga, yang akan kita bahas menurut urutan abjad:
A. "Adamant" (batu amril).
B. Agate (batu akik).
C. Alabaster (pualam).
D. Amber (ambar).
E. Amethyst (kecubung).
F. Beryl (pirus).
G. Carbuncle (malakit).
H. Chrysolite (krisolit).
I. Chrysoprasus (krisopras).
J. Coral (merjan).
K. Crystal (kristal).
L. Diamond (intan).
M. Emerald (zamrud, TL, batu darah, TB).
N. Jacinth (Lazuardi).
O. Jasper (yaspis).
P. Ligure (ambar).
Q. Onyx (krisopras).
R. Pearl (mutiara).
S. Ruby (manikam merah).
T. Sapphire (nilam).
U. "Sardine" (sardis).
V. Sardonyx (unam).
W. Topaz (krisolit).

Visit : http://alkitab.sabda.org/resource.php?topic=324&res=almanac

Kamis, 14 Mei 2015

Black Manguni

Batu akik yang ditemukan di daerah Tondano Minahasa, Sulawesi Utara.
Pertama kali ditemukan dan di identifikasi oleh Reki Angie pengrajin batu akik yang mempunyai sertifikat pengrajin sejak tahun 2003.

Batu Black Manguni ini adalah batu Obsidian yang mempunyai kekerasan 5-5.5 pada skala Mohs.

Obsidian adalah kaca vulkanik yang terbentuk sebagai batu apung ekstrusif, batu ini terbentuk dari magma vulkanik dari letusan gunung berapi yang masuk ke dalam celah tanah dan mengeras. Ada juga yang menyebut Batu ini dengan istilah Magma Glass, memang merujuk pada tingkat kekerasannya yang hanya 5 s/d 5,5 pada skala Mohs, batu ini layak disebut sebagai kaca alami. Kaca vulkanik ini dimanfaatkan sebagai titik proyektil atau pedang pada zaman kuno, dan skalpel operasi pada zaman modern.

Di beberapa daerah seperti kalimantan dan jawa ada varian warna seperti warna biru dan hijau,  hanya di daerah Minahasa yang mempunyai warna Hitam dan bercorak titik titik putih (White dot) dan di daerah Amerika bercorak titik salju (Snow flake). Keunikan corak ini yang membedakan Obsidian dari Minahasa (orang lokal menyebutnya dengan Black Manguni) dengan daerah lainnya di Indonesia.

Black Manguni mempunyai beberapa karakteristik :
1. Ciri khas titik titik bulat putih
2. Serat perak ataupun emas
3. Kilauan yang sejajar dengan onyx,  black diamond afrika, dan black Ruby.

Mudah mudahan dengan bertambahnya varian dari Obsidian ini akan meramaikan bursa batu akik di Indonesia.