Batu akik yang ditemukan di daerah Tondano Minahasa, Sulawesi Utara.
Pertama kali ditemukan dan di identifikasi oleh Reki Angie pengrajin batu akik yang mempunyai sertifikat pengrajin sejak tahun 2003.
Batu Black Manguni ini adalah batu Obsidian yang mempunyai kekerasan 5-5.5 pada skala Mohs.
Obsidian adalah kaca vulkanik yang terbentuk sebagai batu apung ekstrusif, batu ini terbentuk dari magma vulkanik dari letusan gunung berapi yang masuk ke dalam celah tanah dan mengeras. Ada juga yang menyebut Batu ini dengan istilah Magma Glass, memang merujuk pada tingkat kekerasannya yang hanya 5 s/d 5,5 pada skala Mohs, batu ini layak disebut sebagai kaca alami. Kaca vulkanik ini dimanfaatkan sebagai titik proyektil atau pedang pada zaman kuno, dan skalpel operasi pada zaman modern.
Di beberapa daerah seperti kalimantan dan jawa ada varian warna seperti warna biru dan hijau, hanya di daerah Minahasa yang mempunyai warna Hitam dan bercorak titik titik putih (White dot) dan di daerah Amerika bercorak titik salju (Snow flake). Keunikan corak ini yang membedakan Obsidian dari Minahasa (orang lokal menyebutnya dengan Black Manguni) dengan daerah lainnya di Indonesia.
Black Manguni mempunyai beberapa karakteristik :
1. Ciri khas titik titik bulat putih
2. Serat perak ataupun emas
3. Kilauan yang sejajar dengan onyx, black diamond afrika, dan black Ruby.
Mudah mudahan dengan bertambahnya varian dari Obsidian ini akan meramaikan bursa batu akik di Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar